Liptin Bahan Dasar Ekstrak Buah Naga

Buah Naga Sebagai Liptint Alami tanpa Efek Samping

Science Day 2023

Album Kenangan Kegiatan Science Day 2023

Kompetisi Sains Madrasah tahun 2021

Tim Olimpide Kimia MAN Bondowoso masuk peringkat 6 Besar tingkat Kabupaten.

Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2025

Siswa Olimpiade kini telah kembali ke Almamaternya sebagai Seorang Guru Kimia dan menjadi Partner Mengajar

Sebuah kisah inspiratif di mana seorang siswa olimpiade kini telah kembali ke almamaternya sebagai seorang guru dan menjadi partner bagi gurunya walaupun hanya sebentar. Naely Syafiratul Ummah adalah siswa yang pernah saya bina dalam persiapan olimpiade Kimia tingkat Kabupaten dan Provinsi ketika masih duduk di bangku madrasah aliyah.

Naely dikenal sebagai siswa yang sangat berbakat dan berdedikasi tinggi dalam bidang Kimia. Ia berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Sains Kimia (OSK) tingkat Kabupaten Bondowoso, juara 2 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten, dan beberapa Semifinalis Olimpiade Kimia yang diadakan oleh PTN terkemuka di Jawa Timur diantaranya UM, UNEJ, dan UIN Malang. 

Sejak duduk di bangku kelas X ketertarikan mempelajari bidang kimia sudah nampak ketika masih di semester ganjil akhir. Dia sudah mampu menguasai beberapa materi yang masih dipelajari di semester genap pada jenjang yang sama. Bahkan salah satu temannya mengatakan setiap hari dia membawa buku kimia dan terus mempelajari sampai benar-benar faham. Dia tidak segan bertanya kepada saya terkait materi kimia yang belum dipelajari di kelas. Semangat dan kegigihan dalam belajar tak khayal membuat dia sangat cepat menguasai materi kimia dan pada akhirnya menorehkan sejarah untuk pertama kalinya MAN Bondowoso menjuarai OSK tingkat Kabupaten berada di peringkat 1 mengalahkan sekolah-sekolah negeri lainnya.


Pengambilan Trofi Kejuaraan OSN tingkat Kabupaten Bondowoso

Bimbingan yang dilakukan tidak hanya 1 atau 2 kali dalam sepekan tetapi hampir setiap hari dia lakukan. Bimbingan pagi dari jam ke 0 yaitu jam 5.30 WIB sampai 06.30 WIB. Bimbingan sore sepulang sekolah dari jam 14.30 WIB sampai 17.00 WIB. Di sela-sela jam kosong juga dia manfaatkan untuk belajar dan mengasingkan diri di Laboratorium Kimia. Dukungan luar biasa juga hadir dari kedua orang tuanya yang dengan sabar  membimbing dan mengarahkan hingga menuju puncak kesuksesan. Hampir setiap hari bapaknya mengantar  putrinya untuk datang lebih awal  mengikuti bimbingan Olimpiade, begitu pula menjemput pulang lebih akhir dibanding siswa lain yang pulang terlebih dahulu. Bimbingan juga tidak hanya dilakukan di dalam madrasah tetapi juga di luar madrasah bekerja sama dengan bimbel Primagama. Selain itu ketika lolos ke tingkat Provinsi bimbingan dilakukan selama 5 hari di Kota Batu, Malang dengan menggandeng Erick Institute, salah satu lembaga independent yang bergerak khusus di bidang Olimpiade.


Foto kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi Jawa Timur

Setelah lulus dari MAN Bondowoso, Naely melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Malang dan mengambil jurusan Pendidikan Kimia yang kebetulan satu almamater dengan saya, walaupun dia siswa berprestasi dan menduduki peringkat paralel 1 ternyata belum rejeki untuk diterima masuk PTN melalui jalur prestasi SNMPTN. Pada akhirnya dia memilih mengikuti jalur tes tulis UTBK - SBMPTN. Dia diterima dengan skor yang cukup meyakinkan untuk lolos di UM, selain itu dia juga lolos seleksi beasiswa KIP Kuliah sehingga ketika kuliah bebas biaya UKT sampai lulus dan mendapat uang tambahan biaya hidup sekitar 800 ribu rupiah per bulan

Melihat postingan di sosial media pribadinya, dia aktif di berbagai kegiatan kampus seperti forum penulisan karya ilmiah, lomba olimpiade tingkat mahasiswa, dan lomba kreatifitas mahasiswa. Tidak main-main di tingkat PTN dia mampu meraih prestasi tingkat Nasional dalam kegiatan Lomba Inovasi Digital Pembelajaran Kimia di Bogor, selain itu juga aktif berkontribusi menjadi pembuat soal Olimpiade Kimia yang diadakan oleh pihak kampus.


Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi dengan tepat waktu selama 4 tahun, Naely  memutuskan untuk kembali ke MAN Bondowoso dan mengabdikan dirinya sebagai seorang pengajar kelas olimpiade. Sambil lalu dia mengikuti seleksi CPNS Guru tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, Alhamdulillah kabar baik ternyata dia lolos tes CPNS dan pada saat ini menunggu proses turunnya SK penempatan. Harapan saya sebagai guru yang telah membimbing selama di MAN Bondowoso, dia bisa mendapatkan penempatan lokasi yang terdekat dengan domisili yaitu di Bondowoso. 

Saya merasa bangga dan terharu melihat siswa binaan saya kini menjadi rekan kerja. "Dia adalah siswa yang sangat berbakat dan berdedikasi. Saya yakin dia akan menjadi guru yang hebat dan menginspirasi banyak siswa."S aya sebagai guru merasa komunikasi selama ini dengan murid-murid binaan saya di Olimpiade Kimia terus sambung dan berlanjut hingga setelah siswa saya lulus. Semoga kisah ini juga menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus berprestasi dan meraih impian mereka tanpa melihat status, predikat apapun, yang terpenting adalah kemauan, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemampuan yang dimiliki terus diasah sehingga kelak mampu mengantarkan kesusksesan. Selain itu tak lupa restu orang tua, juga doa-doa terus dipanjatkan agar selalu diberikan kemudahan serta kelancaran dalam mengarungi kehidupan.

Salah satu pesan dari tokoh besar yang membangun MAN Bondowoso yaitu bapak kepala madrasah yang menerima saya sebagai guru honorer, K.H Imam Barmawi Burhan. Beliau pernah menyampaikan bahwa figur guru yang komplit tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja, akan tetapi tugas seorang guru adalah mengajar, melatih, membimbing, dan mendoakan. Mengajar menjadikan siswa pintar tidaklah cukup, tapi perlu diimbangi dengan menanamkan sikap yang baik, menjadi contoh yang baik bagi siswa. Demikian juga jika ilmu yang kita miliki tidak kita amalkan tentunya hasil dari ilmu yang kita ajarkan tidak akan nampak. Oleh sebab itu kita sebagai guru harus benar-benar tekun dan yakin akan kemampuan murid yang kita bimbing. Namun yang paling terpenting menurut beliau adalah mendoakan anak didiknya. Hebatnya doa tidak bisa kita bantah lagi, disamping mendoakan keberhasilan dan keberkahan ilmu yang diberikan, tentunya berguna untuk terus sambung tali silaturrahmi antara guru dan murid


Minggu, 29 Oktober 2023

Presentasi Pembelajaran Kontekstual "Pembuatan Es Puter" Menarik Perhatian Para Ibu Dharmawanita FKK Wilker Besuki


Metode pembelajaran kontekstual kini semakin diterapkan di MAN Bondowoso, memperoleh apresiasi dari bapak kepala MAN Bondowoso, Ustadz Santoso, S.Ag, M.Pd karena berhasil dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman materi.

Pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan yang memadukan pembelajaran teori dengan aplikasi praktis dalam konteks kehidupan nyata. Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya memahami konsep-konsep teoritis, tetapi juga melihat bagaimana konsep-konsep tersebut berlaku dalam situasi sehari-hari.

Kali ini siswa MAN Bondowoso mendapatkan kesempatan tampil dan presentasi dalam kegiatan pertemuan Forum Komunikasi Kepala (FKK) Madrasah Aliyah Se Wilker eks-Karesidenan Besuki. Anak-anak ini mempresentasikan proses pembuatan es puter didepan ibu dharmawanita FKK Wilker Besuki. Percobaan sekaligus presentasi ini dilakukan oleh Ainiyatul Jannah dari kelas 12 IPA 4, Nur Aini Zahrotin dan Yovita Dwi Ramadhani dari 12 IPA 4.Selain itu percobaan ini menggunakan pendekatan mengajarkan mata pelajaran sains, dengan mempertemukannya dengan fenomena kehidupan sehari-hari atau eksperimen sederhana di laboratorium yaitu dalam materi kimia, sifat koligatif larutan, ujar Aini salah satu siswa.
 

Kepala Madrasah, Ustadz Santoso, S.Ag, M.Pd, menyatakan, "Pembelajaran kontekstual membawa dampak positif yang signifikan pada keterlibatan siswa dan pemahaman materi. Siswa lebih terlibat dan antusias dalam proses belajar karena mereka melihat relevansi langsung dari apa yang mereka pelajari dengan dunia nyata."

Selain itu, metode ini juga memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan pengetahuan dalam konteks praktis. Hal ini membantu persiapan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia nyata di masa depan.

Pengajar Mapel Kimia, Ikromil Habibi, S.Si, S.Pd, yang telah menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam kelasnya, mengamati peningkatan yang signifikan dalam partisipasi siswa dan kualitas hasil belajar. "Siswa sekarang lebih bersemangat untuk mencari tahu dan menggali lebih dalam tentang topik yang sedang dipelajari. Mereka merasakan bahwa pembelajaran ini memiliki arti dan manfaat langsung bagi kehidupan mereka," ujar ikrom.

Penerapan metode pembelajaran kontekstual di MAN Bondowoso menunjukkan bukti nyata bahwa pendekatan ini mampu memotivasi siswa untuk belajar dengan lebih giat dan memahami materi dengan lebih mendalam. Dengan kesuksesan ini, diharapkan lebih banyak sekolah akan mengadopsi metode ini dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di MAN Bondowoso. (ihb)

Sabtu, 02 September 2023

Science Day MAN Bondowoso Menginspirasi Siswa untuk Mengeksplorasi Dunia Ilmu Pengetahuan

 

MAN Bondowoso - Dalam upaya untuk mempromosikan minat dan pengetahuan siswa dalam bidang sains, MAN Bondowoso telah sukses menyelenggarakan Festival Sains yang mengagumkan yang bertajuk  Science Day. Festival ini berlangsung sehari pada tanggal 26 Agustus 2023 dengan antusiasme yang luar biasa dari para siswa, guru, dan karyawan MAN Bondowoso.

Festival Sains tahun ini dihadiri oleh lebih dari 1200 siswa yaitu dari jenjang kelas X, XI, dan XII berbagai  jurusan. Acara ini memang tidak dikhususkan anak-ana dari jurusan/ pemintan IPA saja, tetapi dari semua jurusan baik IPS maupun Agama.  Acara ini bertujuan untuk memberikan peluang kepada siswa untuk merasakan keindahan dan daya tarik ilmu pengetahuan melalui berbagai kegiatan interaktif, demonstrasi, dan pameran.

Salah satu sorotan utama dari festival ini adalah pameran proyek sains yang dibuat oleh para siswa. Setiap mata pelajaran MIPA, yang terdiri dari Metematika, Biologi, Fisika, dan Kimia di madrasah ini berpartisipasi dalam proyek sains yang unik dan menarik. 



Mapel Matematika menampilkan beberapa proyek sains diantaranya adalah:

1.Kalender hitung Kelahiran

2. Cara hitung cepat, dan 

3. Kuis berhadiah dari tanya jawab soal matematika. 

4. Pengukuran tinggi badan dan berat badan ideal

Mapel Biologi menampilkan beberapa proyek sains diantaranya adalah:

1. Tes Golongan Darah

2. Uji Kolesterol

3. Pengukuran tekanan darah

Mapel Fisika menampilkan beberapa proyek sains diantaranya adalah:

1. Tornado api

2. Botol bernyanyi

3. Cermin 1000 bayangan

4. Pendulum Newton

5. Balon anti meletus

Mapel Kimia menampilkan beberapa proyek sains diantaranya adalah:

1. Roket etanol

2. Fire Hand

3. Es Puter

4. Api tanpa korek

Dari proyek-proyek tersebut, para siswa mempresentasikan hasil  mereka kepada pengunjung, termasuk guru. Ada proyek-proyek sains yang berkisar dari eksperimen IPA yang menunjukkan dedikasi dan kreativitas siswa. Selain pameran proyek sains, dalam acara tersebut terdapat Bazar makanan dari siswa kelas IPA serta panggung hiburan musik akustik yang dimainkan oleh Taufik  siswa kelas 12 Agama 3 dkk, terdapat juga kuis hiburan yang dipandu oleh MC kondang yang sehari-hari sebagai tenaga administrasi di MAN Bondowoso, bapak Abdul Aziz untuk menambah meriah acara tersebut. 



Selain itu, para siswa juga dapat mengikuti berbagai demonstrasi sains yang didampingi oleh guru-guru ahli. Ini termasuk demonstrasi eksperimen kimia yang mengagumkan, yaitu fire hand atau percobaan membakar tangan tanpa cedera. Eksplorasi alam semesta melalui teleskop, dan banyak lagi. Acara ini memberikan siswa kesempatan untuk melihat konsep-konsep sains dalam tindakan dan menginspirasi minat mereka dalam belajar sains.

Dalam kata sambutan pembukaan festival, Plt kepala MAN Bondowoso, Samson Hidayat, S.Ag, M.Pd.I menyatakan, "Kami sangat bangga dengan antusiasme dan semangat siswa kami dalam menjelajahi dunia sains. Festival ini adalah wujud komitmen kami untuk memberikan pendidikan sains yang berkualitas, dan kami berharap festival ini akan menginspirasi siswa kami untuk terus mengejar pengetahuan dalam bidang ini."

Komentar dari salah 1 siswa jurusan IPS, Husein mengungkapkan, "Saya kira Science Day hanya seminar-seminar pada umumnya, siswa mendengarkan ceramah dan melihat pertunjukan demonstrasi saja, ternyata berbeda dari yang saya fikirkan. Festival ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba, mengamati dan mempraktikkan langsung proyek-proyek yang ditampilkan di berbagai stand mapel, sehingga kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan.". 

Festival Sains tahun ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa MAN Bondowoso tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat ikatan antara siswa dan guru. Dengan semangat penuh penasaran, para siswa telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan adalah hal yang menarik dan mengagumkan.

Festival Sains ini akan terus menjadi tradisi yang ditunggu-tunggu di MAN Bondowoso, memberikan inspirasi dan motivasi bagi para siswa untuk menjalani perjalanan panjang dalam eksplorasi ilmu pengetahuan yang tak ada habisnya. (ihb)

  

Senin, 12 Desember 2022

Sabun Kopi Sejuta Manfaat, Yuk Kita Bikin Sendiri !

 

MAN Bondowoso, Garasi Kimia--- Sabun menjadi salah satu kebutuhan bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan kelembutan kulit. Di era zaman ini banyak macam sabun yang memiliki berbagai macam manfaat bagi kulit. Salah satu sabun yang sering menjadi pembicaraan ialah sabun kopi. Kopi mejadi salah satu alternatif pilihan sabun karena memiliki segudang manfaat.
Kopi selain menjadi minuman ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar sabun. Kandungan yang terdapat dalam kopi dipercaya dapat meredamkan kulit yang telah terkena sinar matahari dalam jangka yang lama. Eksfoliator juga didapatkan dari bubuk kopi yang dapat membuat kulit lebih cerah dan halus. Kandungan asam klorogenik dan melanoidin yang terkandung dalam kopi bermanfaat untuk mengurangi peradangan kulit. Selain itu, kandungan bioaktif di dalamnya dipercaya dapat menghilangkan selulit.

Resep sabun kopi
Bahan :
·         VCO 25 ml
·         NaOH 30% 12,5 ml
·         Asam stearate 12,5 gr
·         Gliserin 20 ml
·         Etanol 20 ml
·         Gula 12,5 gr
·         Bubuk kopi

Langkah Langkah :
  • Panaskan VCO selama 15 menit
  • Kemudian setelah VCO mendidih tambahkan asam stearate secara bertahap
  • Selajutnya, tambahkan NaOH, aduk hingga 15 menit
  • Tambahkan etanol selama 2 menit
  • Langkah selanjutnya tambahkan gliserin yang berfungsi sebagai pelembut
  • Setelah teraduk rata tambahkan bubuk kopi secukupnya untauk mendapatkan aroama dan scrub dari kopi tersebut
  • Kemudian, tuangkan adonan ke dalam cetakan sabun yang telah tersedia
  • Tunggu hingga mengeras, setelah mengeras sabun siap diguankan untuk berbagai keperluan

Selain itu, sabun dari kopi ini memiliki aroma yang menenangkan saat digunakan. Sabun kopi memiliki butiran scrub yang dapat mengangkat kulit mati. Sejuta manfaat yang kita peroleh dari sabun kopi. Yuk, buat sendiri sabun kopimu di rumah tanpa budget yang tinggi.

Reporter : Ainiyatul Jannah (XI IPA 4)

Jumat, 09 Desember 2022

Tim Olimpiade Kimia MAN Bondowoso Raih Peringkat 6 Besar dalam Ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Kabupaten tahun 2022



 Ajang tahunan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI merupakan sebuah kejuaraan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan siswa madrasah  di bidang sains. Kompetisi ini diselenggarakan mulai jenjang MI, MTs, dan MA atau juga bisa diikuti jenjag SD, SMP, dan SMA. Adapun ajang ini seperti halnya ajang OSN yang diselenggarakan oleh KEMDIKBUD, akan tetapi ada sesuatu yang khas pada ajang KSM, yaitu adanya soal PAI yang terintegrasi pada mapel sains. Pada jenjang MA ada 6 mapel diantaranya yaitu Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi. Adanya integrasi PAI pada mapel sains menuntut siswa belajar lebih mendalam, yaitu mempelajari mapel agama seperti bahasa arab, hadits, fiqih, SKI, dan aqidah. 

Pada tahun ini skuad kimia menduduki peringkat ke- 6 (Juara Harapan 3) dari 28 peserta, diraih oleh siswi atas nama Ainiyatul Jannah dari kelas XI IPA 4. Informasi yang didapat dari peserta bahwa  beberapa soal dapat dikerjakan tanpa harus melihat atau menghitung konten mapel kimia, jadi cukup memahami konteks soal soal Agamanya sudah bisa menjawab soal tersebut. Beberapa soal integrasipun ada yang terlihat teralu dipaksakan sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menjawab. Harapan peserta dalam kegiatan ini tidak hanya memperebutkan kejuaraan saja tapi peserta mampu mengukur kemampuan belajar di bidang Olimpiade.

Jumat, 17 Juni 2022

Pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer (CBT) / Smartphone Ibarat Dua Sisi Mata Pisau



Masa Pandemi Covid-19 merubah wajah pendidikan seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi melaju dengan cepat. Salah satunya pada proses pembelajaran di sekolah pada masa pandemi tidak lagi melakukan pembelajaran tatap muka tapi mengunakan moda DARING (dalam jaringan) atau secara online di rumah masing-masing. Tentu saja moda pembelajaran seperti ini membutuhkan perhatian yang lebih besar, tidak hanya peran guru yang terdapat di dalamnya tetapi peran serta orang tua juga sangat diperlukan untuk menjaga anak-anaknya belajar di rumah pada jam tertentu yang telah dijadwalkan oleh sekolah/madrasah. Begitu pula untuk pelaksanaan ujian yang dilakukan secara online.

Hari ini, 17 Juni 2022, pelaksanaan PAT (Penilaian Akhir Tahun) telah selesai dilaksanakan dengan model ujian CBT. Computer Based Test (CBT) atau Tes Berbasis Komputer adalah tes yang dilakukan secara online baik menggunakan komputer/ laptop atau juga menggunakan smartphone. Pelaksanaan ujian dengan media kertas sudah mulai ditinggalkan. Awal mula munculnya CBT dilakukan untuk meminimalisir kebocoran soal pada saat Ujian Nasional, meminimalisir kerusakan dan juga kekurangan soal, selain itu juga dengan sistem CBT juga mengurangi beban/ biaya cetak soal yang cukup tinggi, belum juga LJK (Lembar Jawab Komputer) yang juga harus dicetak, dan masih perlu mesin pemindai/ scanner untuk mengoreksi yang membutuhkan waktu cukup lama.

Melalui model CBT siswa bisa lebih praktis mengerjakan soal karena tidak perlu lagi mengisi LJK, menghapus jawaban yang salah, dan tidak ada lagi kesalahan memilih kode soal. Lebih praktis lagi, guru bisa mengatur waktu ujian/ timer sehingga harapannya bisa lebih fokus dalam mengerjakan ujian. Guru dan siswa bisa langsung mengetahui nilai ujian yang didapat setelah pelaksanan ujian. Namun pada kenyataanya, masih banyak kelemahan pada pelaksanaan ujian sistem CBT, terutama jika menggunakan Smartphone. Beberapa kekurangan pelaksanaan ujian online adalah sebagai berikut :

  1. Beberapa siswa sebelum ujian kebanyakan tidak lagi membaca buku sebelum memasuki ruang ujian, hal yang banyak dilakukan adalah bermain game atau berswafoto/ selfie atau juga berselancar di sosial media seperti Tiktok, IG, Youtube dll.
  2. Banyak siswa yang tidak fokus mengerjakan soal, sebagian pada saat ujian juga sambil bermain game atau berkomunikasi secara diam-diam melalui aplikasi chat di smartphone.
  3. Beberapa siswa dengan mudah menggunakan aplikasi kakulator pada mapel-mapel ujian yang terdapat soal hitungan.
  4. Fasilitas smartphone yang mendukung untuk melakukan kegiatan mencontek, apalagi didukung dengan lemahnya fasilitas security pada aplikasi ujian yang digunakan sehingga siswa bisa mencari jawaban melalui penelusuran jawaban (browsing) dengan cara membuka TAB baru/ melakukan bilah layar.
  5. Siswa dapat dengan mudah bertukar jawaban melalui fasilitas chat seperti Whatsapp.
  6. Terdapat mesin pencari jawaban seperti Brainly, Roboguru yang membahas soal-soal ujian.
  7. Pengawas Ujian pada umumnya bukanlah proktor/ guru yang mengoperasikan ujian, jadi pengawas tidak mengetahui aktifitas yang dilakukan siswa pada aplikasi ujian.
  8. Pengawas tidak dapat mengetahui satu persatu siswa yang telah selesai mengerjakan ujian, karena yang mengetahui hanya proktor/ guru mapel yang bersangkutan, sehingga ketika siswa meninggalkan ruang ujian bisa saja belum selesai mengerjakan dan dimungkinkan juga akan terjadi proses transaksi jawaban di luar ruang ujian.
  9. Pada mesin penelusuran terdapat fasilitas terjemahan, sehingga untuk mapel ujian bahasa asing dapat di translate secara langsung. Lebih canggih lagi pada smartphone terdapat tombol alih bahasa jika ujian CBT menggunakan salah 1 mesin penelusuran (browser) ternama di Dunia. 
Pelaksanaan ujian dengan moda CBT memang membutuhkan tingkat kejujuran yang lebih tinggi dari siswa, sehingga diharapkan para guru lebih menekankan lagi kepada siswa terkait dengan kejujuran, dan arti nilai yang sebenarnya dalam sebuah ujian. Mengutip salah satu nasihat dari ulama ternama yang beberapa pekan yang lalu meninggalkan kita semua, yaitu KH. Dimyati Rois (Almaghfurlah) berpesan: 

"Jika anda menjadi guru hanya sekadar transfer pengetahuan, akan ada masanya ketika anda tak lagi dibutuhkan. Karena, Google lebih cerdas dan lebih tahu banyak hal daripada anda. Namun, jika anda menjadi guru juga mentransfer adab, ketakwaan dan keikhlasan, maka anda akan selalu dibutuhkan karena Google tak punya itu semua"

Semoga untuk pelaksanaan ujian selanjutnya ada upaya evaluasi dan perbaikan sistem ujian, sehingga guru tidak kecewa ketika pontang panting membuat soal tetapi hanya dikerjakan beberapa menit saja tanpa ada keseriusan dalam pelaksanaan ujian, sehingga harapannya bukan hanya sebatas nilai saja yang dicapai akan tetapi keberkahan nilai yang didapat dengan cara-cara yang baik sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar akan bermanfaat dan berkah kelak.






Rabu, 15 Juni 2022

Dua Anggota Chemistry Club Raih Peringkat Paralel Jurusan IPA MAN Bondowoso

Foto dari kiri ke kanan : Nuril bersama orang tua, Elvina bersama orang tua, dan bapak Kepala MAN Bondowoso, H. Saini S.Ag., M.Pd.I. (GK.16/6/22)

Jumat, 26 Maret 2021

Kapan mengenal SNMPTN?


Hari yang ditunggu-tunggu oleh siswa kelas akhir Madrasah Aliyah yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yaitu hasil pengumuman seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Non Tes/Undangan, pada tahap awal pendaftaran seleksi ini dilakukan hanya melalui mekanisme seleksi nilai raport selama duduk di bangku sekolah dari semester 1 sampai semester 5. Dari tahun ke tahun nama seleksi tersebut bisa dikatakan berubah-ubah, akan tetapi mekanisme seleksi yang dilakukan tidak jauh berbeda. Seperti pada waktu saya msih SMA, nama seleksi tes tersebut adalah PMDK, kepanjangannya yaitu Penelusuran Minat dan Kemampuan, kemudian  berubah  menjadi SNMPTN hingga saat ini. Kebetulan saya waktu masuk kuliah di UM diterima melalui Jalur PMDK pada tahun 2003, akan tetapi penerimaan dari jalur PMDK pada saat itu tidak sebanyak SNMPTN saat ini yng telah diatur kuotanya. 

Saya akan sedikit ceritakan mengapa saya cukup familiar saat menangani tes seleksi masuk PTN, salah 1 alasan yaitu pengalaman yang sangat berkesan ketika baru saja lulus S1/ fresh graduate langsung ditawari sebuah pekerjaan membantu salah 1 dosen saya, yang kebetulan merupakan dosen pembimbing skripsi. Akhirnya tanpa berfikir panjang sy menerima tawaran beliau untuk membantu pekerjaan beliau yang  kebetulan pada saat itu menjabat di sebuah lembaga didalam Kampus, walaupun sebenarnya kalau dipikir-pikir, sy bukanlah termasuk mahasiswa yang rajin dan ber IPK tinggi pada saat kuliah, bisa jadi ini merupakan sebuah keberuntungan bagi sy untuk bisa belajar kembali dan mencari pengalaman secara langsung yg tidak diperoleh waktu kuliah. Disinilah saya mulai belajar kembali/ refresh langsung dari pengalaman beliau mulai dari membuat tugas kuliah, berdiskusi dan mengajar, melihat proses pembuatan video pembelajaran, mencari e-book gratis di internet, dan juga mendampingi beliau mengisi workshop di sekolah-sekolah. Bukan hanya itu saja, masalah administrasi di kantor beliau menjabat sedikit banyak saya peroleh ilmunya, mulai melihat proses editing jurnal, penerbitan jurnal dan banyak lagi. Satu hal lagi yang tak pernah terbesit dalam pikiran saya, yaitu pernah dilibatkan dalam sebuah kepanitiaan kecil pada kegiatan pembuatan soal SNMPTN (tes Tulis) yang saat ini berubah nama menjadi UTBK. Padahal kalau boleh dibilang saya bukanlah pegawai lembaga tersebut, akan tetapi hanya pembatu salah 1 dosen di lembaga tersebut, yang secara tak langsung dinggap menjadi keluarga besar di lembaga itu. 

Kebetulan pada tahun 2011,UM ditunjuk sebagai penyelenggara pembuatan naskah soal SNMPTN pd saat itu, dan lembaga yang ditunjuk menjadi panitia adalah lembaga dimana dosen saya menjabat. Akhirnya singkat cerita, sy diajak oleh beliau beserta beberapa pegawai lembaga itu untuk membatu proses pelaksanaan pembuatan naskah soal yang dikerjakan di salah 1 hotel ternama di Surabaya. Pekerjaan ini tergolong pekerjaan short time/ jangka pendek, yang mana proses pembuatan soal dilakukan selama 2 pekan dalam 1 bulan, tiap pekan hanya diambil 3 hari di akhir pekan, mungkin bisa dikatakan kegiatan ini dilakukan diluar jam dinas dosen, karena check in hotel biasanya hari jum'at sore sedangakan check out hari Minggu siang/sore. Pembuatan soal ini dikerjakan kurang lebih 3 bulan. Pengalaman yang luar biasa, sy bisa melihat langsung dan melayani kedatangan dosen-dosen terbaik begelar Profesor, Doktor dari berbagai bidang keilmuan seperti Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Psikologi, Bahasa Indonesia, dll, baik dari lulusan dalam dan luar negeri dari PTN seluruh Indonesia yang diundang untuk membuat naskah soal seleksi PTN berskala Nasional, ada dari UGM Yogyakarta, ITB Bandung, ITS Surabaya, Universitas Andalas Sumatera, Universitas  Hasanuddin Makasar, dll. Walaupun tugas saya hanya dibagian administrasi dan perlengkapan, bagi saya ini merupakan pengalaman tak ternilai hargaya, karena pada saat itu kadang terlibat langsung utk mengedit soal dari para dosen yang mengalami kesulitan dalam penaataan soal, jadi bisa tau model soal yang dibuat dan tentunya tahapan-tahapan pembuatan soal berskala Nasional yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dari sinilah mungkin ketertarikan saya untuk bisa belajar lebih jauh lagi, dan stelah itu saya mencoba beberapa kali apply beasiswa S2 yang pendaftarannya mulai dilakukan secara online, walaupun hingga saat ini keinginan tersebut belum terwujud, tapi pengalaman-pengalaman pada saat mendaftar online tersebutlah yang bisa saya terapkan ketika berada di lingkungan saya bekerja saat ini. Kalau boleh meminjam kata-kata seoarang mentor IT terkenal (Mr Mung), sesuatu yang dianggap mudah bagi kita, terkadang sangat berharga bagi orang lain.


Ucapan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada bapak Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed yang telah membimbing, menginspirasi serta memberi banyak kesempatan menimba ilmu kembali  ketika saya duduk di bangku kuliah banyak menyia-nyiakan waktu belajar/kuliah. 



Semoga beliau senantiasa diberikan keberkahan umur, apa yang di lakukan beliau dilandasi sebuah niat baik bisa menjadi ladang amal beliau di akhirat kelak. Aamiin Y.R.A. (ihb)


Tulisan ini terinspirasi dari kaos yang saya pakai hari ini. (ihb/26 Maret 2021)

Rabu, 24 Maret 2021

Ujian Madrasah TP. 2020/ 2021

Ujian Madrasah. Siswa MAN Bondowoso melaksanakan ujian madrasah berbasis SmartPhone secara luring.Senin, 22 Maret 2021. (1senyawa/ihb/2021)

Sabtu, 20 Maret 2021

Sabun Cuci Tangan Anti Bakteri

 

Salah satu hasil karya penelitian siswi MAN Bondowoso yaitu membuat sabun cuci tangan anti bakteri dengan bahan aktif dari kandungan ekstrak daun mimba.  

Apa  itu Mimba?

Mimba (Azadirachta indica A.Juss) merupakan famili Maliaceae. Tanaman yang dapat dijumpai diberbagai daerah Indonesia yang dapat mencapai ketinggian sekitar 8-15 meter. Dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah. Hampir di semua bagian mimba ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Rasanya yang pahit tidak untuk dijadikan konsumsi sehari-hari. Salah satu pengolahan daun mimba yakni dapat dimanfaatkan sebagai sabun dan minyak biji mimba yang berguna sebagai pestisida alami. Tanaman ini telah banyak dimanfaatkan sebagai obat penyakit kusta, penyakit kulit, malaria dan penyakit lainnya.

Daun mimba menjadi tanaman obat tradisional yang sering digunakan. Mimba (Azadirachta indica A. Juss) atau yang biasa disebut dengan Neem adalah tumbuhan tropis berasal India. Tanaman ini termasuk kedalam Famili Maliaceae. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Irshad (2011) menunjukkan bahwa mimba memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, triterpenoid, phenolic compound, karatenoid, steroid dan keton. Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Susmitha (2013) menunjukkan bahwa mimba memiliki kandungan alkaloid, steroid, saponin, tanin dan flavonoid. Kandungan mimba yang paling penting adalah azadirachtin (antiinsektisida), gedunin (antimalaria), nimbin (anti-radang,anti-pyretik), nimbidol (antimalaria), salannun (antimalaria), dan natrium nimbinat (spermisida).

Di India tanaman ini digunakan sejak 2000 tahun untuk mengatasi berbagai penyakit terutama penyakit kulit.Dan di Indonesia, hal itu juga telah dilakukan secara turun-menurunkan berdasarkan fakta empiris. Tidak hanya itu, karena aktivitas biologinya yang luas, mimba juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang terjadi pada manusia, serta penggunaannya untuk pengobatan tradisional seperti ayurveda banyak digunkan, dan merupakan salah satu pengembangan untuk obat modern.

Menggunakan ekstrak alkohol daun mimba dikarenakan dalam penelitian ini mengambil sari daun mimba, sehingga komponen bioaktif yang terkandung tetap berada dalam ekstrak. Jika menggunakan perasaan daun mimba maka komponen dari daun mimba akan hilang.

Oleh karenanya, Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi potensi antibakteri daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap pertumbuhan bakteri. Yang nantinya akan dimanfaatkan dalam pembuatan sabun cuci tangan antibakteri.(Spektroskopi Inframerah) digunakan untuk menganalisis  kandungan  antibakteri secara spesifik. Dan menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan bakteri Koliform.

Peneliatian pembuatan sabun cuci tangan ini dilakukan jauh sebelum terjadinya pandemi virus corona, setiap hari, produk ini digunakan oleh siswa-siswi MAN Bondowoso untuk tetap menjaga kesehatan agar terlindung dari bakteri dan virus. Adanya penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang berwawasan lingkungan atau kearifan lokal khususnya di  daerah Bondowoso. Selain itu, saat  ini MAN Bondowoso ditunjuk menjadi salah satu Madrasah yang mengembangakan program Madrasah Research oleh Kementerian Agama. 

Semoga dengan adanya program riset yang dilakukan oleh siswa-siswi dapat meningkatkan kemampuan literasi dan juga daya saing SDM di Indonesia, serta menciptakan generasi Emas yang mampu berkontribusi untuk kemajuan NKRI. Aamin YRA. (ihb)

 Partisipasi dalam kegiatan Festival Literasi Madrasah di Royal Plaza Surabaya

Kamis, 18 Maret 2021

Workshop SAGUSABLOG di tengah Pandemi diikuti oleh Guru se- Indonesia

SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan salah satu kanal pelatihan yang digagas oleh IKATAN GURU INDONESIA (IGI) yang lahir untuk menjawab tantangan guru di abad 21 di mana literasi informasi menjadi salah satu hal penting yang harus dikuasai di abad ini. Blog menjadi salah satu software primadona IGI yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang guru. Oleh karenanya, Guru harus menguasainya melalui kanal pelatihan Sagusablog ini.

Apa itu blog?

Rabu, 17 Maret 2021

Science Day 2019

Science Day


BONDOWOSOIodine Clock Reaction namanya. Ini adalah jam masa lalu. Ditemukan Hans Heinrich pada 1886. Para pegiat sains di MAN Bondowoso membuat pertunjukkan jam klassik ini. Mereka mencampurkan spesies iodin dan reagen redoks. Jadilah jam dengan warna air yang bisa berubah-ubah.
Pertunjukan menarik itu diperlihatkan para pegiat sains dari MAN Bondowoso dalam Science Day. Selain itu ada pertunjukan fire hand yang bisa membakar tangan tanpa panas, ada roket etanol, ada robot AJHA dan lain sebagainya.
Naely Syafiratul, 12 IPA 2 yang menjadi salah satu siswa yang mempertunjukkan fire hand mengatakan, dikelas ia hanya memperoleh teori. Namun dengan praktik, ilmu itu semakin asyik. “Saya lebih mengenal bahan kimia secara langsung, bukan teori,” jelasnya.

Misalnya Fire Hand. Ada bahan kimia yang bisa dibuat untuk unjuk sulap. Seseorang seperti membakar tangannya. Namun tanpa panas. Sangat bagus jika diambil gambar.
Selain itu ada kreasi api hijau. Yakni menggunakan boraks yang dipanaskan. Selanjutnya uap yang timbul bisa dibakar dan warna apinya hijau.
Hidayah attamimi, 12 IPA 4 mengungkapkan hal yang sama. Even itu sangat membuatnya ingin bereksperimen. Anak yang awalnya tidak suka kimia, bisa suka dan paham dengan praktik.

Sementara, Ikromil Habibi, guru MAN mengatakan, ada empat peminatan IPA yang membuat inovasi. Mereka dari empat mapel. Matematika kimia, fisika dan biologi. Masing-masing mapel ada pertunjukan. Sesuai dengan keilmuan.
Misalnya matematika ada rumus aljabar. Bisa menghitung kalender jawa. “Ada alat yang seperti jarum, bisa digunakan untuk mengetahui hari lahir,” terangnya. Manfaatnya anak anak tidak jenuh. Sehingga belajar sambil praktik.

Pada tahun 2020 dan 2021 kegiatan Science Day di MAN Bondowoso tidak dapat terlaksana dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda Indonesia dan dunia. Pemeritah hingga saat ini belum meberikan kebijakan terkait pembelajaran langsung di sekolah. Seandainya juga diberikan ijin untuk kegiatan tatap muka pastinya tidak akan normal seperti kegiatan sebelum pandemi dikarenakan adanya pembatasan jumlah siswa yang masuk di sekolah guna memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Kegiatan ini sangat disukai oleh para siswa karena siswa dapat berkreasi secara langsung, bahkan mencoba mempraktekkan teori-teori yang selama ini hanya diperoleh di kelas. Semoga dalam waktu dekat pandemi bisa berlalu dan kita dapat hidup dengan normal. Aamiin Y.RA